CV atau Curriculum Vitae menjadi salah satu dokumen penting dalam proses melamar pekerjaan. Sebelum mendapatkan kesempatan interview, CV biasanya menjadi salah satu dokumen yang digunakan perusahaan untuk mengenal latar belakang, pengalaman, dan kemampuan seorang kandidat.
Sayangnya, masih banyak pencari kerja yang melakukan kesalahan umum saat membuat CV . Kesalahan tersebut terkadang terlihat sederhana, tetapi dapat membuat informasi penting sulit ditemukan oleh HRD.
Bagi pencari kerja di Surabaya, memiliki CV yang rapi dan relevan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika melamar berbagai lowongan pekerjaan. Persaingan mendapatkan pekerjaan membuat kamu perlu memastikan CV dapat menyampaikan informasi penting secara jelas dan profesional.
Lalu, apa saja kesalahan umum saat membuat CV yang masih sering dilakukan pencari kerja? Berikut beberapa hal yang perlu kamu perhatikan.
Mengapa CV yang Baik Penting Saat Melamar Kerja?
CV membantu perusahaan mendapatkan gambaran awal mengenai kandidat. Melalui CV, HRD dapat melihat pendidikan, pengalaman, kemampuan, serta informasi lain yang relevan dengan posisi yang dibutuhkan.
CV yang baik bukan berarti harus memiliki desain yang sangat rumit atau menggunakan banyak elemen visual. Justru, CV yang sederhana, rapi, dan mudah dibaca dapat membantu HRD menemukan informasi yang dibutuhkan dengan lebih cepat.
Karena itu, sebelum mengirim lamaran kerja di Surabaya, luangkan waktu untuk memeriksa kembali CV dan memastikan tidak ada kesalahan umum saat membuat CV yang dapat mengurangi kualitasnya.
-
Membuat CV Terlalu Panjang
Salah satu kesalahan umum saat membuat CV yang masih sering dilakukan adalah memasukkan terlalu banyak informasi ke dalam CV.
Kamu mungkin ingin memasukkan seluruh pengalaman organisasi, kegiatan sekolah, pekerjaan, kursus, sertifikat, hingga berbagai aktivitas lainnya. Namun, tidak semua informasi tersebut selalu relevan dengan posisi yang dilamar.
CV yang terlalu panjang dapat membuat informasi penting justru sulit ditemukan.
Sebaiknya pilih informasi yang paling berkaitan dengan pekerjaan yang kamu incar. Jika memiliki pengalaman yang banyak, prioritaskan pengalaman yang menunjukkan kemampuan relevan dengan posisi tersebut.
-
Menggunakan Desain yang Terlalu Ramai
Kesalahan umum saat membuat CV selanjutnya adalah desain. CV memang perlu terlihat menarik, tetapi desain bukan bagian yang harus menjadi fokus utama.
Penggunaan terlalu banyak warna, ikon, grafik, bentuk dekoratif, atau jenis font dapat membuat CV sulit dibaca.
Untuk sebagian besar posisi pekerjaan, gunakan desain yang:
- Bersih.
- Sederhana.
- Profesional.
- Memiliki struktur yang jelas.
- Mudah dibaca melalui komputer maupun smartphone.
Desain yang sederhana justru dapat membuat informasi penting lebih mudah ditemukan.
-
Tidak Menyesuaikan CV dengan Posisi yang Dilamar
Menggunakan satu CV untuk semua jenis pekerjaan memang lebih praktis, tetapi belum tentu menjadi strategi terbaik.
Misalnya kamu melamar posisi Staff Administrasi, tetapi CV justru lebih banyak menampilkan pengalaman yang tidak berhubungan dengan administrasi.
Sebelum mengirim lamaran, baca kembali job description dan kualifikasi yang diberikan perusahaan untuk mengurangai kesalahan umum saat membuat CV.
Kemudian, sesuaikan bagian CV yang relevan, seperti:
- Pengalaman kerja.
- Skill.
- Pengalaman organisasi.
- Sertifikat.
- Deskripsi pekerjaan sebelumnya.
Dengan cara ini, CV dapat menunjukkan bahwa kemampuan kamu memiliki hubungan dengan posisi yang ditawarkan.
-
Menuliskan Deskripsi Pengalaman Kerja Terlalu Umum
Kesalahan umum saat membuat CV lainnya adalah menuliskan pengalaman kerja hanya dengan kalimat yang sangat umum.
Contohnya:
Bertanggung jawab terhadap pekerjaan administrasi.
Kalimat tersebut belum memberikan banyak informasi kepada HRD mengenai apa yang sebenarnya kamu kerjakan.
Jika memungkinkan, jelaskan aktivitas dan tanggung jawab secara lebih spesifik.
Misalnya:
Mengelola dokumen administrasi, melakukan input data, dan membuat laporan rutin menggunakan Microsoft Excel.
Deskripsi seperti ini memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kemampuan kamu.
-
Memasukkan Terlalu Banyak Informasi Pribadi
CV tidak harus berisi seluruh informasi mengenai kehidupan pribadi.
Informasi seperti alamat lengkap, status pernikahan, agama, tinggi badan, berat badan, atau informasi pribadi lainnya tidak selalu dibutuhkan.
Sebelum memasukkan informasi pribadi, pertimbangkan apakah informasi tersebut memang diperlukan untuk posisi yang dilamar atau diminta oleh perusahaan.
Pastikan HRD dapat menemukan informasi kontak dengan mudah.
Minimal cantumkan:
- Nama lengkap.
- Nomor telepon aktif.
- Email profesional.
- Kota domisili.
Jika memiliki LinkedIn atau portofolio yang relevan, kamu juga dapat mencantumkannya.
Periksa kembali seluruh kontak sebelum mengirim CV.
Prioritaskan informasi yang membantu HRD menilai kesesuaian kamu dengan pekerjaan.
-
Menggunakan Foto yang Tidak Profesional
Beberapa lowongan memang meminta kandidat mencantumkan foto pada CV. Jika perusahaan memintanya, gunakan foto yang sesuai.
Hindari menggunakan:
- Foto selfie.
- Foto dengan filter berlebihan.
- Foto saat sedang berlibur.
- Foto dengan latar belakang yang tidak sesuai.
- Foto yang kualitasnya terlalu rendah.
Gunakan foto yang terlihat rapi dan sesuai dengan konteks profesional.
Namun, jika perusahaan tidak meminta foto, kamu tidak selalu perlu mencantumkannya.
-
Menggunakan Font yang Sulit Dibaca
Jenis font yang digunakan dalam CV juga berpengaruh terhadap keterbacaan.
Hindari font dekoratif yang terlalu rumit. Gunakan font sederhana dan mudah dibaca.
Yang lebih penting bukan jenis font tertentu, tetapi konsistensi penggunaannya.
Misalnya, gunakan satu jenis font untuk keseluruhan CV dan berikan perbedaan ukuran atau ketebalan untuk judul bagian.
-
Tidak Memeriksa Kesalahan Ejaan
Kesalahan penulisan dapat membuat CV terlihat kurang profesional.
Periksa kembali:
- Nama perusahaan.
- Nama posisi.
- Nama universitas atau sekolah.
- Tanggal pengalaman kerja.
- Nomor telepon.
- Alamat email.
- Ejaan kata.
- Tanda baca.
Kesalahan kecil seperti salah mengetik nomor telepon dapat menyulitkan perusahaan menghubungi kamu.
Karena itu, jangan langsung mengirim CV setelah selesai membuatnya. Baca kembali dari awal sampai akhir.
-
Menggunakan Alamat Email yang Tidak Profesional
Alamat email juga dapat menjadi bagian dari kesan profesional saat melamar pekerjaan.
Hindari menggunakan alamat email yang mengandung kata-kata tidak relevan atau terlalu informal.
Jika perlu, buat alamat email khusus untuk keperluan melamar pekerjaan dengan format sederhana menggunakan nama kamu.
Contohnya:
Dengan begitu, komunikasi terkait lamaran kerja terlihat lebih profesional.
10. Menggunakan File CV dengan Nama yang Tidak Profesional
Nama file juga sebaiknya dibuat dengan jelas.
Hindari nama seperti:
CVbaru.pdf
CVfix.pdf
CVterbaruBanget.pdf
CV123.pdf
Lebih baik gunakan format:
CV_NamaLengkap_Posisi.pdf
Contohnya:
CV_BudiSantoso_StaffAdministrasi.pdf
Dengan format tersebut, file lebih mudah dikenali ketika masuk ke folder HRD.
Checklist CV Sebelum Dikirim
Sebelum mengirim lamaran kerja di Surabaya, lakukan pemeriksaan sederhana berikut:
- Nama lengkap sudah benar.
- Nomor telepon aktif.
- Email profesional.
- Kota domisili tercantum.
- Posisi yang dilamar sesuai.
- Pengalaman relevan sudah dicantumkan.
- Skill sesuai dengan lowongan.
- Tidak ada kesalahan ejaan.
- Format CV mudah dibaca.
- CV tidak terlalu panjang.
- File dapat dibuka dengan baik.
- Nama file sudah profesional.
- CV sudah disesuaikan dengan lowongan.
Tips Membuat CV yang Lebih Menarik bagi HRD di Surabaya
Setelah menghindari berbagai kesalahan umum saat membuat CV di atas, kamu dapat melakukan beberapa langkah tambahan agar CV lebih efektif.
Pertama, selalu mulai dengan membaca lowongan secara menyeluruh. Jangan hanya melihat nama posisi dan gaji yang ditawarkan.
Kedua, identifikasi kemampuan yang paling dibutuhkan perusahaan. Setelah itu, tampilkan pengalaman dan skill yang berhubungan dengan kebutuhan tersebut.
Ketiga, buat CV yang mudah dipindai. HRD harus dapat menemukan informasi utama seperti pengalaman, pendidikan, dan skill tanpa harus membaca seluruh isi CV secara detail.
Keempat, sesuaikan CV untuk posisi yang berbeda. CV untuk posisi admin tidak harus sama dengan CV untuk posisi sales atau customer service.
Terakhir, simpan beberapa versi CV jika kamu melamar di bidang yang berbeda. Cara ini dapat membuat proses melamar pekerjaan menjadi lebih cepat tanpa mengorbankan relevansi CV.
Kesimpulan
Kesalahan umum saat membuat CV sering kali bukan karena pencari kerja tidak memiliki pengalaman atau kemampuan, tetapi karena informasi yang dimiliki belum disajikan dengan cara yang tepat.
CV yang terlalu panjang, desain yang rumit, informasi yang tidak relevan, kesalahan ejaan, hingga tidak menyesuaikan CV dengan posisi yang dilamar dapat membuat dokumen lamaran menjadi kurang efektif.
Bagi pencari kerja di Surabaya, buatlah CV yang sederhana, jelas, relevan, dan mudah dibaca. Jangan hanya berusaha membuat CV terlihat menarik, tetapi pastikan setiap informasi yang dicantumkan membantu menunjukkan bahwa kamu sesuai dengan posisi yang ditawarkan.
Jika saat ini kamu sedang mencari lowongan kerja di Surabaya, kunjungi lokersby.com untuk menemukan berbagai informasi lowongan dari perusahaan di Surabaya dan sekitarnya. Sesuaikan CV dengan posisi yang kamu incar, periksa kembali sebelum dikirim, dan persiapkan diri untuk mengikuti tahap seleksi berikutnya.